Membayangkan Kota Tua (Bagian 1)

Cahaya matahari cukup membuat keringat bercucuran ketika sepeda motor Yahama Jupiter kupacu ke arah Banten Lama. Jam arlojiku menunjuk angka 11.30. Hari Minggu 17 Juli itu, aku memang ingin mengunjungi situs sejarah yang penting bagi identitas orang Banten. Ini adalah perjalanan pertamaku ke objek wisata di Banten. Tekadku mantap, hendak menuliskan kisah jalan-jalanku dalam weblog tentang traveling. Bekalku cuma tas pinggang yang bergelantung di sabuk celana. Isinya pun sepele : buku notes, kamera saku digital dan sebuah bolpoint. Tak lupa dua buah handphone yang selalu aku bawa kemana pun pergi.
Aku memutuskan mengambil rute dari Ciceri. Sebetulnya ada peta di dinding kantorku yang bisa jadi rujukan. Hanya saja, pagi itu ruang administrasi, tempat peta kota Serang dipajang, terkunci. Jadilah hanya satu tempat tujuan yang tersisa di memori kepala yaitu Banten Lama.